Analisa Market Mingguan : 26 – 30 Juli 2021 – Greenback Menguat Imbas Varian Delta

Artikel ini terakhir di perbaharui July 26, 2021 by Nurhakim
Analisa Market Mingguan : 26 – 30 Juli 2021 – Greenback Menguat Imbas Varian Delta

Analisa market mingguan 26 – 30 Juli 2021 saat ini, akan membahas mengenai beberapa penyebab yang pergerakan market selama sepekan kedepan. Mata uang Dolar AS ini berada pada level penguatannya karena di dorong oleh aksi yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Para pelaku pasar memilih aset safe haven Dolar AS selain Emas. Hal ini dilakukan karena pandemi virus Delta yang masih melanda sebagian besar negara di dunia.

Greenback berada dalam kondisi stabil dan berada pada level penguatannya dibandingkan dengan beberapa mata uang utama lainnya. Penguatan mata uang Dolar AS ini di dukung oleh naiknya yield obligasi pemerintah Amerika. Kenaikan yield obligasi ini seiringan dengan kondisi market yang tidak stabil. Selama beberapa waktu terakhir, pergerakan yield obligasi dengan tenor 10 tahun ini mengalami pergerakan yang tidak stabil imbas kondisi ekonomi AS yang juga pasang surut.

EURUSD bergerak datar cenderung melemah untuk mata uang Euro dibandingkan dengan mata uang Dolar AS. Pergerakan datar Euro ini karena kondisi Greenback sedang menguat dibandingkan dengan mata uang utama lainnya. Selain itu untuk mata uang Euro juga berada dalam level tertinggi nya. Mata uang Euro yang bergerak datar ini imbas adanya sikap optimis para pelaku pasar akan rilis data ekonomi Eropa. Data tersebut adalah data indeks manufaktur dan sektor jasa Jerman. Pada pergerakan market hari ini di prediksi EURUSD masih akan bergerak melemah untuk Euro dibandingkan dengan Dolar AS.

GBPUSD bergerak melemah untuk Poundsterling dibandingkan dengan Dolar AS, pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Pelemahan Poundsterling ini akibat adanya sikap pesimis para pelaku pasar akan rilis data ekonomi Inggris. Data tersebut adalah data indeks manufaktur dan jasa Inggris. Untuk pergerakan market hari ini diprediksi GBPUSD akan melanjutkan pelemahan untuk mata uang Poundsterling terhadap Dolar AS. Pelemahan Poundsterling ini karena masih tinggi nya jumlah penderita Covid-19 varian Delta di Inggris, selain itu juga masih adanya ketegangan Brexit mengenai protokol di Irlandia Utara.

USDJPY bergerak melemah untuk mata uang Yen Jepang dibandingkan dengan mata uang Dolar AS, pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Pelemahan Yen ini imbas adanya penguatan mata uang Greenback. Untuk pergerakan market hari ini diprediksi mata uang Yen masih akan melanjutkan pelemahannya. Hal ini karena rilis data ekonomi Jepang negatif, data tersebut adalah Flash Manufacturing PMI.

AUDUSD bergerak melemah untuk Aussie dibandingkan dengan Dolar AS pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Pelemahan Aussie ini akibat adanya penguatan mata uang Greenback dan masih tinggi nya penderita Covid-19 varian Delta di Australia. Untuk pergerakan market hari ini, diprediksi Aussie masih akan melanjutkan pelemahannya karena kondisi Dolar AS masih menguat. Selain itu lonjakan varian Delta di Australia meningkat terutama di daerah Sydney. Hal ini terkait setelah adanya perpanjangan lockdown di Sydney hingga September mendatang.

Harga Minyak bergerak naik terbatas pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Naik nya harga Minyak ini karena adanya sentimen akan pasokan Minyak di market akan sedikit menuurun hingga akhir tahun ini. Untuk pergerakan market hari ini diprediksi harga Minyak akan menurun, imbas adanya aksi profit taking yang dilakukan para pelaku pasar setelah kenaikan pada pekan lalu. Selain itu adanya informasi mengenai adanya kenaikan aktivitas RIG di AS seperti yang sudah di laporkan oleh Baker Hughes.

Pada pergerakan market Jum’at akhir pekan kemarin, harga Emas mengalami penurunan. Penurunan Emas ini di sebabkan oleh kondisi Greenback yang masih menguat terhadap mata uang lainnya. Harga Emas akan menurun jika Dolar AS menguat, namun pada perdagangan akhir pekan kemarin penurunan Emas hanya tipis saja dari level tertinggi nya.

Pada perdagangan market hari ini di prediksi harga Emas akan mencoba bangkit dari penurunannya. Hal ini karena masih didukung oleh pandemi Covid-19 varian Delta yang berkepanjangan melanda semua negara di dunia. Emas merupakan aset lindung nilai (safe haven) yang dipilih oleh para pelaku pasar jika kondisi market tidak menentu atau jika ada kejadian yang melanda sebagian besar negara didunia.

1. Data Penting/High Impact Analisa Market Mingguan 26 – 30 Juli 2021

1.1 CB Consumer Confidence (USD)

Selasa, 21:00 WIB. Data ini merupakan survei terhadap sekitar 3.000 rumah tangga yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif kondisi ekonomi saat ini dan masa depan termasuk ketersediaan tenaga kerja, kondisi bisnis, dan situasi ekonomi secara keseluruhan. Keyakinan masyarakat akan kondisi finansial adalah indikator utama pengeluaran konsumen, yang menyumbang sebagian besar kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

1.2 CPI & Trimmed Mean CPI (AUD)

Rabu, 08:30 WIB. CPI Data ini menghitung mengenai perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Harga rata-rata berbagai barang dan jasa ini diambil sampelnya dan kemudian dibandingkan dengan pengambilan sampel pada periode sebelumnya. Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market. Trimmed Mean CPI adlah data yang menghitung tingkat perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen, harga ini di luar 30% barang yang paling tidak stabil.
Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market.

1.3 CPI (CAD)

Rabu, 19:30 WIB. Data ini menghitung mengenai perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Harga rata-rata berbagai barang dan jasa ini diambil sampelnya dan kemudian dibandingkan dengan pengambilan sampel pada periode sebelumnya. Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market.

1.4 FOMC Statement & Federal Fund Rate (USD)

Kamis, 01:00 WIB. FOMC (Federal Open Market Committee) Statement merupakan pertemuan dari kepala bank central negara bagian Amerika Serikat yang di kepalai oleh The Fed. Mereka bersidang akan menyepakati mengenai kebijakan yang akan di ambil. Dalam 1 tahun mereka akan mengadakan pertemuan sebanyak 8 kali dan ini adalah catatan rinci dari pertemuan terbaru FOMC, setelah mereka bersidang biasanya akan voting tentang penetapan suku bunga.
Federal Fund Rate adalah keputusan bank central suatu negara untuk mempertahankan, menaikkan ataupun menurunkan tingkat suku bunga. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam menentukan nilai mata uang suatu negara. Pelaku pasar pasti akan mencermati mengenai rilis data ini. Setelah data ini di rilis biasanya akan diikuti oleh pernyataan dan menginformasikan ke pada media massa yang akan di ikuti juga dengan tanya jawab, dimana sesi tanya jawab ini yang akan menggerakkan market secara volatile.

1.5 FOMC Press Conference (USD)

Kamis, 01:30 WIB. Data ini mengenai konferensi pers yang memiliki 2 bagian – pertama pernyataan yang telah disiapkan dibacakan, kemudian konferensi terbuka untuk pertanyaan pers. Pertanyaan tersebut sering kali mengarah pada jawaban tanpa naskah yang menciptakan volatilitas pasar yang besar. Ini adalah salah satu metode utama yang digunakan Dewan Komisaris untuk memberikan informasi kepada investor mengenai kebijakan moneter. Ini mencakup secara rinci faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan suku bunga terbaru, seperti prospek ekonomi dan inflasi secara keseluruhan. Yang terpenting, ini memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter yang akan di ambil di masa depan.

1.6 Advance GDP (USD)

Kamis, 19:30 WIB. Data ini merupakan data yang mengukur tingkat pendapatan dan daya beli suatu negara, dan data yang mencatat tingkat perubahan tahunan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh negara. Rilis data PDB (pendapatan dan Belanja negara) ada beberapa tingkatan dalam perilisannya, yaitu Advance GDP, Preliminary GDP, and Final GDP. Karena Advanced adalah yang paling awal di rilis, maka akan di tunggu pelaku pasar dan mampu menggerakkan market secara volatile.

1.7 GDP (CAD)

Jum’at, 19:30 WIB. Data ini merupakan data yang mengukur tingkat pendapatan dan daya beli suatu negara, dan data yang mencatat tingkat perubahan tahunan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh negara.

1.8 Core PCE Price Index (USD)

Jum’at, 19:30 WIB. Data ini merupakan perubahan harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen, tidak termasuk makanan dan energi. Berbeda dari Core CPI karena hanya mengukur barang dan jasa yang ditargetkan dan dikonsumsi oleh individu. Harga ditimbang menurut total pengeluaran per item yang memberikan wawasan penting tentang perilaku belanja konsumen. Ini dikabarkan menjadi ukuran inflasi favorit Federal Reserve, tetapi CPI dirilis sekitar 10 hari sebelumnya dan cenderung mengumpulkan sebagian besar perhatian.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 26 – 30 Juli 2021

2.1 EUR/USD

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,19000 (High)
Range Pergerakan1,16289 (Low)

2.2 USDCHF

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,93201 (High)
Range Pergerakan0,90837 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,40141 (High)
Range Pergerakan1,35645 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan111,201 (High)
Range Pergerakan108,586 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1877,00 (High)
Range Pergerakan1748,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,75355 (High)
Range Pergerakan0,70965 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan73,15 (High)
Range Pergerakan66,88 (Low)

Demikianlah analisa market Mingguan 26 – 30 Juli 2021 yang membahas mengenai Greenback menguat imbas virus varian Delta yang masih menjadi polemik di beberapa negara di dunia dan para pelaku pasar berburu Dolar AS dan efeknya terhadap pergerakan market. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.