Analisa Market Mingguan : 25 – 29 Januari 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui June 3, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan : 25 – 29 Januari 2021

Analisa market mingguan 25 – 29 januari 2021 akan membahas selama sepekan hal-hal yang dapat mempengaruhi pasar fores seperti, Menurut para ahli ekonomi pergerakan mata uang Dolar AS menghentikan penguatan terhadap mata uang utama lainnya yang telah dialami selama 2 minggu, tetapi di perkirakan akan kembali menemukan dukungan penguatan selama beberapa bulan ke depan, sebelum melanjutkan tren pelemahannya lebih rendah. Greenback di prediksi akan melemah, imbas dorongan dari kenaikan imbal hasil obligasi ternyata hanya bersifat sementara, dengan kenaikan suku bunga diperkirakan masih tidak akan dilakukan oleh bank central Amerika karena adanya kebijakan stimulus paket dana bantuan Covid-19 untuk jangka waktu yang panjang.

Aktivitas ekonomi di zona Eropa menurun tajam pada Januari, imbas adanya lockdown yang ketat untuk membatasi penyebaran virus Corona yang sudah menghantam kegiatan sektor industri dan sektor jasa yang dominan ada di dalam blok zona Eropa tersebut. Sementara itu data ekonomi Inggris yang dirilis untuk daya beli di tingkat pengecer Inggris masih negative. PM Inggris “Boris Johnson” juga mengatakan pada hari Jumat pekan lalu, bahwa ada bukti nyata varian jenis baru Covid-19 yang telah ditemukan pada akhir tahun 2020 lalu dapat dikaitkan dengan angka kematian yang lebih tinggi.

Disisi lain, paket stimulus yang telah diusulkan belum juga mendapatkan persetujuan dari kongres meskipun Partai Demokrat sudah menguasai mayoritas House of Representatives serta Senat. Efek dari ketidakjelasan tersebut lah yang menyebabkan adanya aksi jual yang dilakukan para pelaku pasar terhadap aset safe haven yaitu Emas pada Jum’at akhir pekan kemarin. Lain halnya dengan vaksinasi massal yang telah mulai dilakukan akan memberi suatu harapan akan adanya pemulihan ekonomi serta adanya kenaikan inflasi, yang diharapkan The Fed akan berpotensi untuk membatasi mengenai paket stimulus di masa yang akan datang.

Sementara itu harga Minyak berakhir turun pada akhir sesi di Jumat pekan kemarin, karena tertekan adanya laporan mengenai cadangan Minyak mentah di Amerika Serikat. Untuk cadangan Minyak di negeri paman Sam ini menunjukkan kenaikan peningkatan cadangan sebesar 4.4 juta barel, serta masih tingginya kasus baru Covid-19 disejumlah negara.
Menurut prediksi Goldman Sach Inc, langkah awal yang telah diambil oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden akan dapat membantu mendorong pasar Minyak pada tahun ini dan tahun depan. Harga Minyak naik sejak akhir tahun 2020 lalu, karena dimulainya pendistribusian vaksin Corona di seluruh dunia yang telah mendorong harga Minyak ke level tertinggi selama beberapa bulan, karena para investor mencerna dengan pendistribusian itu akan segera terjadi pemesanan dan penggunaan bahan bakar yang normal.

1. Data Penting/High Impact Pada Analisa Market Mingguan 25 – 29 Januari 2021

1.1 CPI & Trimmed Mean CPI (AUD)

Rabu, 07:30 WIB. Data ini menghitung mengenai perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Harga rata-rata berbagai barang dan jasa ini diambil sampelnya dan kemudian dibandingkan dengan pengambilan sampel pada periode sebelumnya. Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market. Untuk Trimmed Mean CPI adlah data yang menghitung tingkat perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen, harga ini di luar 30% barang yang paling tidak stabil.
Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market.

1.2 FOMC Statement & Federal Fund Rate (USD)

Kamis, 02:00 WIB. FOMC (Federal Open Market Committee) merupakan pertemuan dari kepala bank central negara bagian Amerika Serikat yang di kepalai oleh The Fed. Mereka bersidang akan menyepakati mengenai kebijakan yang akan di ambil. Dalam 1 tahun mereka akan mengadakan pertemuan sebanyak 8 kali dan ini adalah catatan rinci dari pertemuan terbaru FOMC, setelah mereka bersidang biasanya akan voting tentang penetapan suku bunga. Federal Fund Rate adalah keputusan bank central suatu negara untuk mempertahankan, menaikkan ataupun menurunkan tingkat suku bunga. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam menentukan nilai mata uang suatu negara. Pelaku pasar pasti akan mencermati mengenai rilis data ini. Setelah data ini di rilis biasanya akan diikuti oleh pernyataan dan menginformasikan ke pada media massa yang akan di ikuti juga dengan tanya jawab, dimana sesi tanya jawab ini yang akan menggerakkan market secara volatile.

1.3 FOMC Press Conference (USD)

Kamis, 02:30 WIB. Data ini mengenai konferensi pers yang memiliki 2 bagian – pertama pernyataan yang telah disiapkan dibacakan, kemudian konferensi terbuka untuk pertanyaan pers. Pertanyaan tersebut sering kali mengarah pada jawaban tanpa naskah yang menciptakan volatilitas pasar yang besar. Ini adalah salah satu metode utama yang digunakan Dewan Komisaris untuk memberikan informasi kepada investor mengenai kebijakan moneter. Ini mencakup secara rinci faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan suku bunga terbaru, seperti prospek ekonomi dan inflasi secara keseluruhan. Yang terpenting, ini memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter yang akan di ambil di masa depan.

1.4 Advanced GDP (USD)

Kamis, 20:30 WIB. Data ini merupakan data yang mengukur tingkat pendapatan dan daya beli suatu negara, dan data yang mencatat tingkat perubahan tahunan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh negara. Rilis data PDB (pendapatan dan Belanja negara) ada beberapa tingkatan dalam perilisannya, yaitu Advance GDP, Preliminary GDP, and Final GDP. Karena Advanced adalah yang paling awal di rilis, maka akan di tunggu pelaku pasar dan mampu menggerakkan market secara volatile.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 25 – 29 Januari 2021

2.1 EUR/USD

chart EURUSD analisa harian 11-01-2021

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,23526 (High)
Range Pergerakan1,20403 (Low)

2.2 USDCHF

Analisa Mingguan FOREX (USDCHF) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,90526 (High)
Range Pergerakan0,87533 (Low)

2.3 GBPUSD

Analisa Mingguan FOREX (GBPUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,40988 (High)
Range Pergerakan1,35143 (Low)

2.4 USDJPY

analisa Mingguan FOREX (USDJPY) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan104,805 (High)
Range Pergerakan102,560 (Low)

2.5 Emas

Analisa Mingguan EMAS 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1895,00 (High)
Range Pergerakan1787,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Analisa Mingguan FOREX (AUDUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,78302 (High)
Range Pergerakan0,76371 (Low)

2.7 Minyak

Analisa Mingguan Minyak 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan55,23 (High)
Range Pergerakan50,61 (Low)

Demikianlah analisa market mingguan 25 – 29 januari 2021. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.