Analisa Market Mingguan: 19 – 23 Juli 2021 – Virus Delta Semakin Ganas, Dolar AS Menguat

Artikel ini terakhir di perbaharui July 19, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan: 19 – 23 Juli 2021 – Virus Delta Semakin Ganas, Dolar AS Menguat

Analisa market mingguan 19 – 23 Juli 2021 kali ini, akan membahas mengenai beberapa faktor penyebab pergerakan harga di market selama sepekan kedepan. Greenback masih dalam kondisi menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Kondisi pandemi yang berkelanjutan ditambah lagi dengan adanya varian Delta, membuat para pelaku pasar beralih keaset yang likuid. Seperti kita ketahui Grenback termasuk salah satu aset safe haven selain Emas.

Menguatnya Dolar AS ini karena di dukung aksi beli fisik yang dilakukan para pelaku pasar akan adanya kekhawatiran ancaman penyebaran virus Covid-19 varian Delta. Manurut informasi penderita Corona di AS dan Eropa telah meningkat secara signifikan bergerak sejalan dengan semakin banyak nya penderita varian Delta di Asia. Menurut sumber informasi kasus harian global yang terjadi dalam sepekan telah tercatat lebih dari 500.000 penderita, angka tertinggi sejak Mei lalu.

EURUSD bergerak melemah untuk mata uang Euro dibandingkan dengan mata uang Dolar AS. Semakin menggilanya virus Covid-19 varian Delta di dunia terutama beberapa negara di Eropa, telah melemahkan mata uang Euro. Selain penyebab diatas, lemahnya Euro juga tertekan oleh pilihan para pelaku pasar yang lebih memilih Dolar AS dibandingkan aset lainnya. Hal ini membuat Dolar AS sebagai primadona dibandingkan Emas. Untuk pergerakan market hari ini diprediksi EURUSD masih akan melanjutkan pelemahan untuk mata uang Euro terhadap mata uang Dolar AS.

Dinegara kincir angin Belanda sebenarnya sudah melonggarkan pembatasan sosial nya ketika memasuki musim panas ini. Namun nampaknya pemerintah Belanda akan kembali melakukan lockdown setelah terjadi peningkatan jumlah kasus penderita Covid-19. Saat ini Belanda yang awalnya hanya sekitar 500 penderita baru perhari namun melonjak tajam menjadi lebih dari 10.000 penderita baru perharinya. Lonjakan ini terjadi selama 2 pekan terakhir. Imbas kejadian di Belanda ini tidak menutup kemungkinan akan berdampak terhadap seluruh negara di Eropa.

GBPUSD bergerak melemah untuk mata uang Poundsterling terhadap Dolar AS. Pelemahan Poundsterling ini juga karena terbebani oleh menguatnya Dolar AS. Melonjaknya virus Delta yang semakin menggila di Inggris serta para pelaku pasar yang memilih mata uang Dolar AS sebagai primadona dibandingkan mata uang lainnya. Disisi lain rencana Inggris untuk melonggarkan pembatasan sosial menjadi batal karena pandemi virus varian Delta yanng baru tengah meerajalela. Hari ini di perkirakan GBPUSD masih akan melanjutkan pelemahan untuk mata uang Poundsterling dibandingkan dengan Dolar AS.

USDJPY bergerak melemah untuk Yen Jeoang dibandingkan dengan Dolar AS. Selain karena saat ini Dolar AS tengah menjadi primadona dibandingkan dengan mata uang lainnya, keputusan Bank Sentral Jepang BOJ (Bank Of Japan) untuk mengurangi proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang di tahun ini. Untuk pergerakan market hari ini diprediksi Yen masih akan melemah terhadap Dolar AS. Jepang turut menjadi salah satu negara dengan penderita virus Delta terbanyak di Asia.

AUDUSD bergerak melemah untuk mata uang Aussie dibandingkan dengan Dolar AS. Penyebaran virus Delta di Asia turut mempengaruhi Australia. Selain virus Delta yang semakin menggila di Asia, prilaku para pelaku pasar yang memilih Dolar AS sebagai primadona juga turut melemahkan mata uang Aussie. Untuk pergerakan market hari ini di prediksi AUDUSD masih akan melanjutkan pelemahan untuk mata uang Aussie dibandingkan dengan Dolar AS.

Harga Minyak bergerak menurun pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Selain karena menguat nya Dolar AS dan kekhawatiran virus Delta yang mengurangi permintaan akan bahan bakar Minyak, keputusan pertemuan OPEC+ yang akan secara bertahap menambah pasokan produksi nya di pasar turut menurunkan harga Minyak. Untuk pergerakan market hari ini di prediksi harga Minyak masih akan melanjutkan penurunannya.

Pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin, harga Emas bergerak menurun. Penurunan ini di akibatkan Greenback yang menguat sehingga menyebabkan pergerakan Emas tak berdaya untuk melanjutkan kenaikannya. Selain itu Emas juga tertekan oleh adanya sentiment positive para pelaku pasar akan rilis data ekonomi AS.

Data ekonomi tersebut adalah data Retail Sales. Selain itu para pelaku pasar beralih ke aset safe haven karena adanya kondisi yang mengkhawatirkan efek pandemi virus Covid-19 varian Delta di dunia. Pergerakan market Emas hari ini diperkirakan akan bergerak melanjutkan penurunannya. Menguatnya mata uang Dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan harga Emas. Seperti diketahui jika Greenback menguat maka pergerakan Emas akan menurun dan tak berdaya.

1. Data Penting/High Impact Analisa Market Mingguan 19 – 23 Juli 2021

1.1 Monetary Policy Meeting Minutes (AUD)

Selasa, 08:30 WIB. Ini adalah catatan terperinci dari pertemuan terbaru RBA Reserve Bank Board, memberikan wawasan mendalam tentang kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan mereka tentang kapan waktunya kebijakan suku bunga akan diambil, entah akan di pertahannkan, diturunkan atau di naikan. Pertemuan ini diadakan 11 kali per tahun, dan 2 minggu setelah Cash Rate diumumkan.

1.2 Monetary Policy Statement & Main Refinancing Rate (EUR)

Kamis, 18:45 WIB. Monetary Policy Statement Ini adalah alat utama yang digunakan ECB untuk memberikan informasi dengan investor tentang kebijakan moneter. Data ini berisi hasil keputusan mereka tentang suku bunga dan komentar tentang kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan mereka. Yang paling penting, ini membahas prospek ekonomi dan menawarkan petunjuk tentang hasil keputusan di masa depan. ECB biasanya mengubah pernyataan sedikit pada setiap rilis. Perubahan inilah yang menjadi fokus para pelaku pasar.
Main Refinancing Rate data ini merupakan info mengenai suku bunga pada operasi refinancing utama yang menyediakan sebagian besar likuiditas ke sistem perbankan. Keputusan suku bunga biasanya diperhitungkan ke pasar, sehingga cenderung dibayangi oleh Konferensi Pers ECB, yang diadakan 45 menit kemudian. Sumber mengubah frekuensi rilis dari bulanan menjadi 8x kali per tahun pada Jan 2015. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam penilaian mata uang – pedagang melihat sebagian besar indikator lain hanya untuk memprediksi bagaimana suku bunga akan berubah di masa depan. Pertemuan ini terdiri dari 6 anggota Dewan Eksekutif ECB dan 15 dari 19 gubernur bank sentral kawasan Euro memberikan suara di mana harus menetapkan suku bunga, melalui rotasi. Perpecahan suara tidak diungkapkan ke publik.

1.3 ECB Press Conference (EUR)

Kamis, 19:30 WIB. Data ini mengenai konferensi pers yang memiliki 2 bagian – pertama pernyataan yang telah disiapkan dibacakan, kemudian konferensi terbuka untuk pertanyaan pers. Pertanyaan tersebut sering kali mengarah pada jawaban tanpa naskah yang menciptakan volatilitas pasar yang besar. Ini adalah salah satu metode utama yang digunakan Dewan Komisaris untuk memberikan informasi kepada investor mengenai kebijakan moneter. Ini mencakup secara rinci faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan suku bunga terbaru, seperti prospek ekonomi dan inflasi secara keseluruhan. Yang terpenting, ini memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter yang akan di ambil di masa depan.

1.4 German Flash Manufacturing PMI & German Flash Service PMI (EUR)

Jum’at, 14:30 WIB. German Flash Manufacturing PMI adalah data dari survei terhadap sekitar 800 manajer pembelian di Jerman yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis termasuk pekerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman pemasok, dan persediaan. Ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi – bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan ekonomi perusahaan. Di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, di bawah menunjukkan kontraksi. Ada 2 versi dari laporan ini yang dirilis sekitar seminggu – Flash dan Final. Rilis Flash, yang pertama kali dilaporkan sumber pada Maret 2008, adalah yang paling awal dan cenderung memiliki dampak paling besar.
German Flash Services PMI adalah Survei terhadap sekitar 800 manajer pembelian yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis termasuk pekerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman pemasok, dan persediaan. Ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi – bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan ekonomi perusahaan. Jika rilis di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, di bawah menunjukkan kontraksi. Ada 2 versi dari laporan ini yang dirilis sekitar seminggu – Flash dan Final. Rilis Flash, yang pertama kali dilaporkan sumber pada Maret 2008, adalah yang paling awal dan cenderung memiliki dampak paling besar.

1.5 Flash Manufacturing PMI & Flash Service PMI (EUR)

Jum’at, 15:00 WIB. Flash Manufacturing PMI Data dari survei terhadap sekitar 5000 manajer pembelian di Eropa yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis termasuk pekerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman pemasok, dan persediaan. Ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi – bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan ekonomi perusahaan. Di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, di bawah menunjukkan kontraksi. Ada 2 versi dari laporan ini yang dirilis sekitar seminggu – Flash dan Final. Rilis Flash, yang pertama kali dilaporkan sumber pada Maret 2008, adalah yang paling awal dan cenderung memiliki dampak paling besar.
Flash Service PMI Survei terhadap sekitar 5000 manajer pembelian yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis termasuk pekerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman pemasok, dan persediaan. Ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi – bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan ekonomi perusahaan. Jika rilis di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, di bawah menunjukkan kontraksi. Ada 2 versi dari laporan ini yang dirilis sekitar seminggu – Flash dan Final. Rilis Flash, yang pertama kali dilaporkan sumber pada Maret 2008, adalah yang paling awal dan cenderung memiliki dampak paling besar.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 19 – 23 Juli 2021

2.1 EUR/USD

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,19000 (High)
Range Pergerakan1,16995 (Low)

2.2 USDCHF

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,93219 (High)
Range Pergerakan0,91123 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,39155 (High)
Range Pergerakan1,36569 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan110,745 (High)
Range Pergerakan109,018 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1845,00 (High)
Range Pergerakan1774,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,75300 (High)
Range Pergerakan0,72645 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan74,22 (High)
Range Pergerakan66,88 (Low)

Demikianlah analisa market Mingguan 19 – 23 Juli 2021 yang membahas mengenai virus Delta yang semakin menggila menyerang beberapa negara di dunia dan para pelaku pasar berburu Dolar AS, sehingga membuat mata uang Dolar AS sebagai primadona dan efeknya terhadap pergerakan market. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.