Analisa Market Mingguan : 12 April – 16 April 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui April 30, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan : 12 April – 16 April 2021

Dolar AS memasuki awal pekan ini mulai kembali menguat, penguatan Dolar AS ini karena di dorong olwh kembali naiknya yield obligasi pemerintah Amerika Serikat. Untuk yield obligasi dengan tenor 10 tahun. Market maker Imbal hasil AS telah merayap lebih tinggi dan memberikan dolar dorongan akhir-akhir ini.Imbal hasil 10-tahun diperdagangkan naik sekitar 1,67% pada Senin Awal pekan ini, kenaikkan ini merupakan rebound dari level terendahnya pada bulan lalu. Saat ini level yield berada pada kisaran0,4%.Untuk jangka waktu 30 tahun kenaikkannya berada di level tertinggi jauh dibandingkan dengan tenor 10 tahun. Yield dengan tenor 10 tahun “Namun, 10 tahun tetap berada jauh dari level tertinggi yang terjadi pada 30 Maret lalu.

Federal Reserve AS sudah melakukan upaya untuk meminimalisir kekhawatiran dan ketakutan para pelaku pasar. Jerome Powell menegaskan bahwa adanya tekanan ekonomi saat ini hanya bersifat jangka pendek, dan karena jangka pendek apapun bentuknya itu bersifat hanya sementara. Selain itu Jerome Powell juga memastikan bahwa ekonomi AS saat ini sudah berada pada “titik perubahan” dengan prediksi pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja akan segera meningkat dalam waktu beberapa bulan mendatang. Di sisi lain ada juga timbul kekhawatiran, jika adanya pertumbuhan yang dipaksakan dan bertindak secara tergesa-gesa, maka akan timbul permasalahan baru dan pastinya di perlukan biaya yang tidak sedikit.

Adanya sikap pesimis yang di tunjukkan oleh para pelaku pasar menjelang rilis data Neraca Perdagangan Jerman, ditambah lagi adanya penguatan Dolar AS semakin membuat pergerakan EURUSD pada Jum’at akhir pekan kemarin melemah. Untuk pergerakan market pada hari ini , di perkirakan bahwa EURUSD akan menguat atau naik jika berubah menjadi optimis akan rilis data Neraca Perdagangan tersebut. Laporan lainnya mengenai permasalahan penderita Covid-19 diberbagai negara di kawasan Eropa, jika menurun maka dipastikan pergerakan EURUSD akan menguat atau naik.

RBA Financial Stability Review telah menghasilkan kebijakan yang “dovish” serta menguatnya Dolar AS, maka semakin menekan mata uang Dolar Australia pada penutupan akhir pekan lalu. Untuk pergerakan market hari ini di prediksi masih akan melanjutkan penurunannya, hal ini disebabkan oleh masih menguatnya Dolar AS yang di dukung oleh masih solid nya yield obligasi pemerintah Amerika.

Untuk pergerakan harga Minyak pada pekan lalu berada di level terendahnya, hal ini di karenakan adanya peningkatan suplai Minyak mentah yang berasal dari para produsen Minyak mentah dunia dan adanya kekhawatiran meningkatnya jumlah penderita terhadap pandemi Covid-19 yang pastinya akan dapat berdampak terhadap jumlah permintaan Bahan Bakar Minyak. Jika rilis data mengenai meningkatnya aktivitas produksi di Rig Amerika, maka pergerakan harga Minyak akan menurun, begitupun sebaliknya.

Harga Emas kembali menurun pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, penurunan Emas kembali ke level 1740an setelah beberapa waktu lalu sempat menyentuh level tertinggi nya di 1750an/troyounce. Penurunan harga Emas ini akibat dari adanya penguatan di Dolar AS. Untuk pergerakan Emas hari ini Senin 12 April 2021 pada sesi Asia, di perkirakan akan kembali melanjutkan penurunannya. Penurunan ini imbas masih perkasanya Dolar AS yang didukung oleh beberapa faktor, diantara nya adanya kenaikkan imbal hasil obligasi serta harapan akan segera pulihnya ekonomi Amerika.

Untuk pergerakan Emas di awal pekan ini di prediksi akan coba naik, hal ini karena adanya dukungan dari pandangan ketua Bank Sentral AS Jerome Powell yang “dovish”. Dimana dalam pertemuannya di FOMC The Fed masih akan mempertahankan untuk membeli obligasi pemerintah yang bertujuan agar ekonomi Amerika kembali bangkit. Selain itu juga The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunga di level terendah sampai waktu yang belum di tentukan. Di sisi lain ketua The Fed Jerome Powell di dalan seminar IMF yang diadakan secara virtual mengatakan, untuk pemulihan tingkat ekonomi Amerika Serikat masih belum terjadi secara merata dan menyeluruh.

1. Data Penting (High Impact)

1.1 Fed Chair Powell Speaks (USD)

Senin, 06:00 WIB. Powell sebagai Sebagai ketua bank sentral Amerika, yang menjabat sejak Februari 2018 – Februari 2022. Tugasnya antara lain adalah mengontrol suku bunga jangka pendek. Selain itu juga beliau memiliki pengaruh yang lebih besar atas menguat atau melemahnya nilai mata uang negara Amerika dibandingkan orang lain. para investor sangat menantikan dari pernyataan bank central tersebut yang berguna untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa yang akan datang.

1.2 BOC Business Outlook Survey (CAD)

Senin, 09:30 WIB. Merupakan survei yang dilakukan terhadap sekitar 100 bisnis yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis umum, seperti pertumbuhan penjualan, investasi pada mesin, pekerjaan, ekspektasi inflasi, dan kondisi kredit. Hasil survey ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi. Jika bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan perubahan sentimen mereka dapat menjadi sinyal awal dari aktivitas ekonomi masa depan seperti pengeluaran, perekrutan, dan investasi. Maka laporan ini sangat dihormati karena sumber dan waktunya terkait dengan keputusan tingkat suku bunga. Ini juga dapat memiliki kualitas prediksi mengenai kondisi ekonomi masa depan karena perusahaan yang disurvei dipilih sesuai dengan komposisi PDB negara.

1.3 CPI & Core CPI (USD)

Selasa, 19:30 WIB. CPI Data ini menghitung mengenai perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Harga rata-rata berbagai barang dan jasa ini diambil sampelnya dan kemudian dibandingkan dengan pengambilan sampel pada periode sebelumnya. Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market.
Core CPI adalah data inti dari data harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan inflasi. Inflasi penting untuk penilaian mata uang karena kenaikan harga menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga untuk menghormati mandat pengendalian inflasi mereka. Harga pangan dan energi mencapai sekitar seperempat CPI, tetapi cenderung sangat fluktuatif dan mendistorsi tren yang mendasarinya. FOMC biasanya lebih memperhatikan data Inti – begitu pula para investor.

1.4 RBNZ Rate Statement (NZD)

Rabu, 09:00 WIB. Data ini merupakan salah satu alat utama yang digunakan RBNZ untuk memberikan informasi kepada investor tentang kebijakan moneter. Ini berisi hasil keputusan mereka tentang suku bunga dan komentar tentang kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan mereka. Yang terpenting, ini membahas prospek ekonomi dan menawarkan petunjuk tentang hasil keputusan masa depan.

1.5 Employment Change & Unemployment Rate (AUD)

Kamis, 08:30 WIB. Employment Change adalah data penciptaan lapangan kerja merupakan indikator utama penting dari belanja konsumen, yang merupakan mayoritas dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Data ini berisi Perubahan jumlah orang yang bekerja selama bulan sebelumnya. Ini adalah data ekonomi penting yang dirilis tak lama setelah bulan berakhir. Kombinasi antara kepentingan dan kejelasan menghasilkan dampak pasar yang besar dan kuat. Unemployment Rate adalah data tingkat pengangguran dalam sebulan. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang tertinggal, jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

1.6 Core Retail Sales & Retail Sales (USD)

Kamis, 19:30 WIB. Pengertian dari Core Retail Sales adalah : data yang mencatat perubahan nilai total penjualan di tingkat ritel, tidak termasuk mobil. Padahal penjualan mobil menyumbang sekitar 20% dari Penjualan Ritel, tetapi cenderung sangat tidak stabil dan mendistorsi tren yang mendasarinya. Oleh karena itu, data inti/core dianggap sebagai pengukur yang lebih baik untuk tren pengeluaran.
Sedangkan data Retail Sales adalah: merupakan data yang mencatat perubahan nilai total semua penjualan pada tingkat ritel. Ini merupakan data awal menyeluruh untuk data belanja konsumen yang penting. Data ini juga tolak ukur penting mengenai tingkat belanja konsumen, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi suatu negara secara keseluruhan.

1.7 GDP (CNY)

Jum’at, 09:00 WIB. Data ini merupakan data yang mengukur tingkat pendapatan dan daya beli suatu negara, dan data yang mencatat tingkat perubahan tahunan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh negara.

2. Tinjauan Teknikal

2.1 EUR/USD

Chart EURUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,20455 (High)
Range Pergerakan1,16486 (Low)

2.2 USDCHF

Chart USDCHF terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,93883 (High)
Range Pergerakan0,90652 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,39388 (High)
Range Pergerakan1,34053 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan110,950 (High)
Range Pergerakan107,871 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1781,00 (High)
Range Pergerakan1686,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,77594 (High)
Range Pergerakan0,74558 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan64,06 (High)
Range Pergerakan55,10 (Low)

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.