Analisa Market Mingguan : 11 Januari – 15 Januari 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui January 19, 2021 by Yahya Kus Handoyo
Analisa Market Mingguan : 11 Januari – 15 Januari 2021

Dollar Amerika pada perdagangan Senin awal pekan ini di sesi Asia melanjutkan penguatannya terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Penguatan Greenback ini akibat adanya kenaikan lumayan besar di imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun. Sementara itu mengenai rencana presiden Amerika terpilih Joe Biden untuk lebih banyak langkah-langkah stimulus AS yang akan membuat Dollar AS bisa melemah. Joe Biden telah menjanjikan “triliunan” untuk stimulus paket dana bantuan Covid-19 saat beliau kampanye dan kursi Senat yang di menangkan oleh partai Demokrat, dan serah terima jabatan akan dilaksanakan pada 20 Januari 2021 nanti.

Emas bergerak anjlok setelah menyentuh level tertinggi di US $1959/troyounce. Jatuhnya Emas ini imbas naiknya yield obligasi Amerika untuk tenor 10 tahun. Kejatuhan Emas ini mengesampingkan rilis data lapangan kerja dan pengangguran Amerika yang dirilis negative, yang seharusnya membuat Emas melonjak naik tajam, namun justru bergerak sebaliknya. Disusul ekspektasi akan memburuknya tingkat perekonomian Amerika pasca rilis data NFP yang negative tersebut.

Harga minyak bergerak turun pada perdagangan Senin (11 Januari 2021) imbas melemahnya permintaan global. Lemahnya permintaan ini akibat adanya kasus virus Corona di China meningkat signifikan akhir pekan lalu. Otoritas nasional China mengatakan bahwa adanya infeksi di provinsi Hebei telah meningkat tajam dan bahkan mencatatkan jumlah kenaikan harian terbesar selama 5 bulan terakhir. “Kasus Corona kembali merebak di China, dengan jumlah 11 juta orang terdampak lockdown di provinsi Hebei. Selain kondisi di China tersebut faktor lain yang menyebabkan harga Minyak menurun adalah: adanya ketidakpastian mengenai kebijakan The Fed yang membuat para investor melekukan aksi profit-taking (atas posisi Longterm di minyak). Provinsi Hebei menjadi kawasan zona merah Covid-19 di China saat ini, dan kota Shijiazhuang sebagai pusat wabah. Dengan keadaan ini memaksa pejabat terkait memberlakukan kembali isolasi dan melarang warga meninggalkan kota untuk mencegah penyebaran virus Corona.

1. Data Penting (High Impact)

1.1 The Fed chair Powell speak (USD)

Kamis, 00:30 WIB. Powell sebagai Sebagai ketua bank sentral Amerika, yang menjabat sejak Februari 2018 – Februari 2022. Tugasnya antara lain adalah mengontrol suku bunga jangka pendek. Selain itu juga beliau memiliki pengaruh yang lebih besar atas menguat atau melemahnya nilai mata uang negara Amerika dibandingkan orang lain. para investor sangat menantikan dari pernyataan bank central tersebut yang berguna untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa yang akan datang.

1.2 Core Retail Sales & Retail Sales (USD)

Jum’at, 20:30 WIB. Pengertian dari Core Retail Sales adalah : data yang mencatat perubahan nilai total penjualan di tingkat ritel, tidak termasuk mobil. Padahal penjualan mobil menyumbang sekitar 20% dari Penjualan Ritel, tetapi cenderung sangat tidak stabil dan mendistorsi tren yang mendasarinya. Oleh karena itu, data inti/core dianggap sebagai pengukur yang lebih baik untuk tren pengeluaran. Sedangkan data Retail Sales adalah: merupakan data yang mencatat perubahan nilai total semua penjualan pada tingkat ritel. Ini merupakan data awal menyeluruh untuk data belanja konsumen yang penting. Data ini juga tolak ukur penting mengenai tingkat belanja konsumen, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi suatu negara secara keseluruhan.

2. Tinjauan Teknikal

2.1 EUR/USD

Analisa Mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,23264 (High)
Range Pergerakan1,20518 (Low)

2.2 USDCHF

Analisa Mingguan FOREX (USDCHF) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,90470 (High)
Range Pergerakan0,87535 (Low)

2.3 GBPUSD

Analisa Mingguan FOREX (GBPUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,36312 (High)
Range Pergerakan1,32735 (Low)

2.4 USDJPY

analisa Mingguan FOREX (USDJPY) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan105,728 (High)
Range Pergerakan102,804 (Low)

2.5 Emas

Analisa Mingguan EMAS 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1911,00 (High)
Range Pergerakan1761,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Analisa Mingguan FOREX (AUDUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,78818 (High)
Range Pergerakan0,74486 (Low)

2.7 Minyak

Analisa Mingguan Minyak 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan54,95 (High)
Range Pergerakan47,32 (Low)
Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.