Analisa Market Mingguan : 05 – 09 April 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui June 9, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan : 05 – 09 April 2021

Analisa market mingguan 05 – 09 april 2021 akan membahas hal-hal yang dapat mempengaruhi market seperti, Mata uang Dolar AS sempat mengalami pelemahan meskipun rilis data ekonomi AS positive. Pada rilis data NFP Jum’at pekan lalu, jumlah lapangan pekerjaan yang di siapkan pemerintah AS di rilis sebesar 916k, berada di atas prediksi dan periode sebelumnya yang hanya 652K dan 468k. Selain itu untuk data tingkat pengangguran bulanan juga mengalami penurunan menjadi 6,0 % sesuai dengan prediksi namun dibawah data bulan lalu yang di rilis 6,2%. Namun pasca rilis data NFP tersebut, Dolar AS bergerak slow karena minimnya respon market karena menjelang libur paskah.

Masih dalam suasana Good Friday dan liburnya beberapa negara di Zona Eropa dalam rangka memperingati Easter Monday, maka menyebabkan pergerakan market yang cenderung slow. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan Dolar AS telah berhasil mengalami penguatan terbesar dalam 3 tahun, pada periode bulan Janurai – Maret lalu. Namun indeks Dolar saat ini sudah berhasil mencapai level tertinggi nya sejak November 2020. Data ekonomi Amerika yang akan di rilis nanti malam antara lain adalah data PMI Non Manufaktur AS. Untuk data aktivitas sektor jasa AS diperkirakan mengalami lonjakan dari 55.3 menjadi 58.5 pada Februari. Jika data ini di rilis diatas prediksi maka dapat dipastikan penguatan Dolar AS masih akan berlanjut.

Untuk EURUSD pergerakan di market pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin ternyata melemah, imbas penguatan mata uang Dolar AS. Penguatan Dolar AS terjadi pasca rilis data ketenagakerjaan dan laporan tingkat pengangguran bulanan. Selain itu mengenai kondisi global terutama adanya kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19 di zona Eropa yang memburuk.

Kilas balik pergerakan Emas, dimana sempat bergerak naik dan menciptakan level tertinggi sepanjang sejarah pada pertengahan tahun 2020. Level tertinggi tersebut di US $ 2075/troy ounce pada bulan Agustus. Lonjakan harga Emas ini di topang oleh adanya sinyal kekhawatiran pasar mengenai kenaikan inflasi, imbas akan di luncurkannya stimulus fiskal dengan jumlah yang sangat besar. Jumlah tersebut yang awalnya sebesar US $3 Triliun yang di gunakan untuk mengatasi kondisi ekonomi AS imbas adanya pandemi virus Covid-19.

Semua negara di dunia berpacu dalam pengembangan vaksin Corona sejak November tahun lalu, serta dampaknya akan bergerak optimis akan pemulihan ekonomi,sehingga pergerakan Emas pada perdagangan di akhir tahun 2020 berada di bawah level US $ 1.700/troy ounce. Sejak awal tahun 2021 ini mengalami penurunan, meskipun pemerintah AS dibawah komando Joe Biden telah berhasil menggelontorkan stimulus fiskal paket dana bantuan covid-19 sebesar US $ 1,9 Triliun. Selain itu pejabat Gedung Putih juga telah mengeluarkan dana stimulus pada Rabu pekan kemarin, rencana nya dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang terpisah dari stimulus yang sebelumnya telah di setujui komite, dana tersebut besarnya sekitar US $ 2 Triliun.

Pada perdagangan Kamis pekan lalu, pergerakan Emas masih bergerak diatas level 1730an, kenaikan Emas ini di dorong oleh turunnya yield obligasi pemerintah AS untuk jangka panjang serta melemahnya Dolar AS. Pada perdagangan Jum’at 02 April 2021 market Emas libur memperingati Good Friday. Pada perdagangan Senin 05 April 2021 awal pekan ini, di perkirakan pergerakan Emas akan mengalami penurunan, imbas bagusnya rilis data NFP Amerika. Indeks Dolar yang merupakan alat ukur Greenback terhadap beberapa mata uang utama lainnya, tersungkur dari level tertinggi nya selama beberapa hari lalu yaitu di level 93. Untuk yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10-tahun juga mengalami penurunan menjadi 1,68% dibawah level tertinggi mingguan di 1,77%.

Pergerakan harga Minyak cenderung menurun, imbas penguatan Dolar AS. Saat ini fokus para pelaku pasar terarah pada rencana perundingan antara AS-Iran yang rencananya akan di adakan di Wina, Austria. Perundingan ini diagendakan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir pada tahun 2015, dimana saat itu antara Teheran (Iran) dengan Washington (AS) dan sekutunya, saat itu sempat dibatalkan oleh masa pemerintahan presiden Donald Trump. Mendekati agenda perundingan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran berupaya agar Amerika Serikat untuk mencabut semua sanksi dan secara langsung menolak pelonggaran “step-by-step” apapun yang diambil oleh negara Amerika Serikat.

1. Data Penting/High Impact Pada Analisa Market Mingguan 05 – 09 April 2021

1.1 RBA Rate Statement & Cash Rate (AUD)

Selasa, 11:30 WIB. Bank Central Australia / RBA (Reserved Bank of Australia) pada pertemuan nanti,berencana akan mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,10%. Jika RBA seperti prediksi diatas maka Aussie akan bergerak menguat terbatas terhadap Dollar AS jika mata uang negara adidaya tersebut masih melemah.
Cash Rate, setelah adanya keputusan suku bunga yang akan di lepas di market, sehingga cenderung dibayangi oleh Pernyataan Suku Bunga RBA (Cash Rate), yang difokuskan pada kebijakkan di masa yang akan datang. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam memberikan dampak terhadap mata uang Australia. Para pelaku pasar memandang dan bersiap untuk dampak yang di timbulkan serta memprediksi bagaimana suku bunga akan berubah atau tidak di masa yang akan datang.

1.2 FOMC Meeting Minutes (USD)

Kamis, 01:00 WIB. FOMC (Federal Open Market Committee) merupakan pertemuan dari kepala bank central negara bagian Amerika Serikat yang di kepalai oleh The Fed. Mereka bersidang akan menyepakati mengenai kebijakan yang akan di ambil. Dalam 1 tahun mereka akan mengadakan pertemuan sebanyak 8 kali dan ini adalah catatan rinci dari pertemuan terbaru FOMC, setelah mereka bersidang biasanya akan voting tentang penetapan suku bunga.

1.3 Fed Chair Powell Speaks (USD)

Kamis, 23:00 WIB. Powell sebagai Sebagai ketua bank sentral Amerika, yang menjabat sejak Februari 2018 – Februari 2022. Tugasnya antara lain adalah mengontrol suku bunga jangka pendek. Selain itu juga beliau memiliki pengaruh yang lebih besar atas menguat atau melemahnya nilai mata uang negara Amerika dibandingkan orang lain. para investor sangat menantikan dari pernyataan bank central tersebut yang berguna untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa yang akan datang.

1.4 Employment Change & Unemployment Rate (CAD)

Jum’at, 19:30 WIB. Employment Change merupakan hal penting dimana penciptaan lapangan kerja merupakan indikator utama penting dari belanja konsumen, yang merupakan mayoritas dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Data ini adalah data ekonomi penting yang dirilis tak lama setelah bulan berakhir. Kombinasi antara kepentingan dan kejelasan menghasilkan dampak pasar yang besar dan kuat.
Unemployment Rate merupakan persentase (%) dari total usia kerja yang menganggur dan aktif mencari pekerjaan selama sebulan sebelumnya. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang kurang solid, namun jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 05 – 09 April 2021

2.1 EUR/USD

Chart EURUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,20151 (High)
Range Pergerakan1,14495 (Low)

2.2 USDCHF

Chart USDCHF terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,96635 (High)
Range Pergerakan0,91794 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,40074 (High)
Range Pergerakan1,36057 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan112,200 (High)
Range Pergerakan109,260 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1766,00 (High)
Range Pergerakan1682,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,77894 (High)
Range Pergerakan0,74169 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan66,14 (High)
Range Pergerakan56,83 (Low)

Demikianlah analisa market mingguan 05 – 09 april 2021. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.