Analisa Market Mingguan : 05 – 09 Juli 2021 – Rilis NFP, Dolar AS Melemah

Artikel ini terakhir di perbaharui July 5, 2021 by Nurhakim
Analisa Market Mingguan : 05 – 09 Juli 2021 – Rilis NFP, Dolar AS Melemah

Analisa market Mingguan 05 – 09 Juli 2021 kali ini, akan membahas beberapa faktor yang mendominasi pergerakan market selama sepekan kedepan. Pasca rilis data ketenagakerjaan AS (NFP) dan tingkat pengangguran bulanan Amerika Serikat, justru mata uang Dolar AS mengalami pelemahan. Greenback sempat melemah dibandingkan dengan beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin. Pelemahan Dolar AS ini terjadi pasca rilis data tingkat pengangguran bulanan AS yang dirilis meningkat. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 5.9%, data ini lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi sebesar 5.6% dan data bulan lalu sebesar 5.8%.

Saat rilis data NFP pada pekan lalu menunjukan jumlah ketersediaan lapangan kerja yang disiapkan pemerintah mengalami penigkatan. Data NFP di rilis sebesar 850K lebih tinggi dari prediksi yang hanya 725K dan pada data periode sebelumnya sebesar 583K. Meski data NFP bagus namun tingkat pengangguran bulanan AS naik, menyebabkan para pelaku pasar berkesimpulan bahwa rencana Bank Sentral AS untuk menaikan suku bunga nya lebih cepat akan sirna.

Virus Corona dengan varian baru delta mulai melanda negara – negara di dunia. Hal ini kembali menimbulkan sandungan bagi negara di Asia dan Eropa serta Amerika untuk menggerakkan roda ekonomi kembai ke titik normal. Virus ini pertama kali di temukan di negara India dan sangat cepat penyebarannya. Virus Corona jenis varian baru ini lebih ganas dan lebih cepat penularannya, karena virus tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa menularkan orang lain.

EURUSD bergerak menguat untuk mata uang Euro dibandingkan dengan mata uang Dolar AS. Penguatan Euro ini disebabkan karena mata uang Dolar AS mengalami pelemahan. Pasca rilis data NFP justru Dolar AS melemah. Selain karena pelemahan Dolar AS, mata uang Euro menguat juga mendapat dukungan dari keyakinan para pelaku pasar akan rilis data PPI kawasan Eropa, ditambah lagi adanya pernyataan ketua Bank Sentral Euro Presiden ECB “Lagarde” yang menyatakan bahwa tingkat ekonomi zona Euro mulai bergerak ke arah normal.

GBPUSD bergerak menguat untuk mata uang Poundsterling dibandingkan dengan mata uang Dolar AS. Penguatan Poundsterling ini terjadi pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Penguatan mata uang Poundsterling ini karena mendapat dukungan dari pelemahan Dolar AS imbas naiknya data pengangguran bulanan AS yang naik. Untuk pergerakan market hari ini GBPUSD di prediksi akan bergerak melemah untuk Poundsterling. Kekhawatiran akan ancaman penyebaran virus Corona varian baru Delta di Inggris dan adanya profit taking para pelaku pasar, telah membuat Poundsterling melemah dibandingkan dengan Dolar AS.

USDJPY bergerak menguat pada mata uang Yen Jepang karena adanya pelemahan mata uang Dolar AS. Seperti kita ketahui pasca rilis data NFP justru mata uang Dolar AS melemah imbas meningkatnya jumlah pengangguran bulanan AS. Pergerakan USDJPY pada hari ini di perkirakan akan melemah untuk mata uang Yen Jepang, hal ini di karenakan adanya kekhawatiran melonjaknya penderita Corona untuk varian baru Delta di Jepang. Selain itu reboundnya Dolar AS karena adanya pernyataan hawkish dari beberapa pejabat Bank Sentral AS.

AUDUSD bergerak menguat bagi mata uang Aussie terhadap Dolar AS pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin. Penguatan Dolar Australia ini karena didukung oleh bagusnya harga bahan komoditas andalan Australia yaitu tembaga dan biji besi. Selain itu adanya pelemahan Dolar AS juga mendukung mata uang Aussie untuk menguat. Untuk pergerakan market hari ini AUDUSD di prediksi akan bergerak melanjutkan penguatannya untuk mata uang Aussie dibandngkan dengan Dolar AS. Hal ini karena pagi tadi sebagian besar data ekonomi Austrlia di rilis positif.

OIL masih bergerak di kisaran terbatas, namun secara garis besar masih berada di level tertinggi nya. Naik nya harga Minyak ini karena di dorong adanya pelemahan mata uang Dolar AS. Selain itu adanya penolakan dari beberapa negara anggota OPEC+ untuk rencana menaikan produksi Minyak mentahnya. Untuk pergerakan market hari ini, harga Minyak di perkirakan akan bergerak menurun, hal ini di karenakan adanya laporan dari Baker Hughes yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan aktivitas di rig AS.

Emas pada pergerakan market di Jum’at akhir pekan kemarin, sempat naik dan mencapai level tertinggi hariannya. Naiknya harga Emas ini efek buruknya tingkat pengangguran bulanan AS. Meski rilis data NFP AS Jum’at lalu bagus diatas prediksi namun karena tingkat pengangguran AS naik, maka Dolar AS melemah dan harga Emas naik.

Untuk pergerakan harga Emas hari ini di perkirakan akan mencoba menurun, imbas adanya aksi profit taking para pelaku pasar. Selain karena hal tersebut turunnya harga Emas juga karena adanya keyakinan para pelaku pasar yang berkembang di market mengenai pandangan yang hawkish dari beberapa pejabat Bank Sentral AS. Selain efek data pengangguran AS yang naik, kekhawatiran beberapa negara di dunia mengenai varian baru delta virus Corona turut menjadi pendorong harga Emas untuk naik.

1. Data Penting/High Impact Analisa Market Mingguan 05 – 09 Juli 2021

1.1 OPEC – JMMC Meetings (All)

Senin, All Day. Pengertian data JMMC Meetings” maksudnya adalah bahwa Pertemuan OPEC-JMMC dihadiri oleh perwakilan dari 13 anggota OPEC dan 11 negara kaya minyak lainnya. Mereka membahas berbagai masalah tentang pasar energi, yang paling penting dalam pertemuan ini  akan menyepakati berapa banyaknya jumlah minyak yang akan mereka produksi. Rapat tertutup untuk pers tetapi pejabat biasanya berbicara dengan wartawan sepanjang hari, dan pernyataan resmi yang mencakup perubahan kebijakan dan tujuan rapat dirilis setelah rapat selesai. Agenda rapat seperti ini awalnya adalah pada Januari 2017.

1.2 RBA Rate Statement & Cash Rate (AUD)

Selasa, 11:30 WIB. Bank Central Australia / RBA (Reserved Bank of Australia) pada pertemuan nanti,berencana akan mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,10%. Jika RBA seperti prediksi diatas maka Aussie akan bergerak menguat terbatas terhadap Dollar AS jika mata uang negara adidaya tersebut masih melemah.
Cash Rate, setelah adanya keputusan suku bunga yang akan di lepas di market, sehingga cenderung dibayangi oleh Pernyataan Suku Bunga RBA (Cash Rate), yang difokuskan pada kebijakan di masa yang akan datang. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam memberikan dampak terhadap mata uang Australia. Para pelaku pasar memandang dan bersiap untuk dampak yang di timbulkan serta memprediksi bagaimana suku bunga akan berubah atau tidak di masa yang akan datang.

1.3 RBA Gov. Lowe Speaks (AUD)

Selasa, 13:00 WIB. Sebagai kepala bank sentral, yang mengontrol suku bunga jangka pendek, beliau memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai mata uang negara daripada orang lain. Pedagang mengamati keterlibatan publiknya karena sering digunakan untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa depan.

1.4 ISM Services PMI (USD)

Selasa, 21:00 WIB. ISM Services PMI merupakan indeks sama yang dirilis oleh Market untuk Services PMI, namun datanya bersumber dan dibuat oleh Institute for Supply Management (ISM) yang secara khusus dibuat untuk AS.Indikator ini biasanya akan berdampak lebih besar dibanding dengan yang dirilis Market. Just info Indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap sekitar 300 purchasing manager di AS,mengenai kondisi dan situasi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja atau karyawan. Jika rilis di atas 50.0 maka mencerminkan ekspansi di sektor services, namun jika di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

1.5 FOMC Meetings Minutes (USD)

Rabu, 01:00 WIB. FOMC (Federal Open Market Committee) merupakan pertemuan dari kepala bank central negara bagian Amerika Serikat yang di kepalai oleh The Fed. Mereka bersidang akan menyepakati mengenai kebijakan yang akan di ambil. Dalam 1 tahun mereka akan mengadakan pertemuan sebanyak 8 kali dan ini adalah catatan rinci dari pertemuan terbaru FOMC, setelah mereka bersidang biasanya akan voting tentang penetapan suku bunga.

1.6 BOE Gov. Bailey Speaks (GBP)

Jum’at, 17:00 WIB. Sebagai kepala bank sentral, yang mengontrol suku bunga jangka pendek, beliau memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai mata uang negara daripada orang lain. Pedagang mengamati keterlibatan publiknya karena sering digunakan untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa depan.

1.7 ECB President Lagarde Speaks (EUR)

Jum’at, 17:00 WIB. Sebagai kepala bank sentral, yang mengontrol suku bunga jangka pendek, beliau memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai mata uang negara daripada orang lain. Pedagang mengamati keterlibatan publiknya karena sering digunakan untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa depan.

1.8 Employment Change & Unemployment Rate (CAD)

Jum’at, 19:30 WIB. Employment Change merupakan hal penting dimana penciptaan lapangan kerja merupakan indikator utama penting dari belanja konsumen, yang merupakan mayoritas dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Data ini adalah data ekonomi penting yang dirilis tak lama setelah bulan berakhir. Kombinasi antara kepentingan dan kejelasan menghasilkan dampak pasar yang besar dan kuat.
Unemployment Rate merupakan persentase (%) dari total usia kerja yang menganggur dan aktif mencari pekerjaan selama sebulan sebelumnya. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang kurang solid, namun jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 05 – 09 Juli 2021

2.1 EUR/USD

Chart EURUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,19834 (High)
Range Pergerakan1,17295 (Low)

2.2 USDCHF

Chart USDCHF terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,93219 (High)
Range Pergerakan0,90819 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,40507 (High)
Range Pergerakan1,36742 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan111,686 (High)
Range Pergerakan109,723 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1820,00 (High)
Range Pergerakan1748,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,76698 (High)
Range Pergerakan0,73611 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan76,35 (High)
Range Pergerakan71,81 (Low)

Demikianlah analisa market Mingguan 05 – 09 Juli 2021 yang membahas pasca rilis data NFP membuat mata uang Dolar AS melemah dan efeknya terhadap pergerakan market. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst di GIC sejak tahun 2019.