Analisa Market Mingguan : 03 Mei – 07 Mei 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui May 3, 2021 by Nurhakim
Analisa Market Mingguan : 03 Mei – 07 Mei 2021

Greenback mulai bangkit dari pelemahannya terhadap mata uang utama lainnya. Rebound nya Greenback ini dapat dilihat setelah mulai naiknya yield obligasi pemerintah Amerika dengan tenor 10 tahun. Selain itu penguatan Dolar AS juga mendapat dukungan dari pidato presiden Joe Biden yang akan menggunakan stimulus tambahan senilai US $ 2 Triliun untuk kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak-anak. Rincian dan rencana stimulus ini telah di utarakan oleh Biden pada awal April lalu.

Rencana Biden ini juga mendapat tanggapan positive dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen, dimana Yellen mengatakan bahwa rencana penggunaan dana stimulus tambahan oleh Joe Biden tidak akan membuat tingkat inflasi AS menjadi semakin tidak terkontrol seperti kekhawatiran yang berkembang di market, karena penggunaan stimulus tambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan memakan waktu hingga 1 dekade kedepan.

Focus para pelaku pasar dalam pekan ini adalah mengenai data Laporan NFP yang di perkirakan pemerintah Amerika Serikat akan menambahkan sekitar 950.000 lapangan krja pada April, sementara untuk tingkat pengangguran bulanan di prediksi akan menurun sebesar 5,7% dari bulan sebelumnya yang di rilis 6,0%. Jika nanti rilis data sesuai dengan prediksi, maka dapat di pastikan yield obligasi AS juga akan terdorong naik sehingga menyebabkan semakin kuatnya mata uang Dolar AS.

EURUSD bergerak melemah untuk Euro imbas adanya penguatan Dolar AS, ditambah lagi adanya kekhawatiran akan rilis data ekonomi di zona Eropa turut membuat mata uang tunggal zona Eropa tersebut mengalami tekanan. Data ekonomi yang di maksud adalah mengenai data GDP (Pendapatan Dan Belanja) negara Jerman. Sikap pesimis ini lah yang turut menyeret Euro melemah dari level tertinggi nya terhadap Dolar AS pada perdagangan Jum’at pekan kemarin. Untuk hari ini di prediksi pergerakan Euro masih akan melanjutkan pelemahannya imbas penguatan Dolar AS yang masih berlanjut.

Melemahnya Poundsterling terhadap Dolar AS dalam perdagangan market Jum’at pekan lalu telah membuat pergerakan reversal dalam chart. Pelemahan Poundsterling ini juga karena adanya kekhawatiran para pelaku pasar akan kondisi geopolitik di Skotlandia menjelang rencana penyelenggaraan pemilu negara tersebut. Pemilu rencananya akan di laksanakan pada pekan depan, selain itu pelemahan Poundsterling terhadap Dolar AS juga karena naiknya imbal hasil obligasi dengan tenor jangka panjang, sehingga membuat mata uang Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Pergerakan market hari ini di prediksi GBPUSD masih akan melanjutkan pelemahan bagi Poundsterling.

USDJPY dalam pergerakan market di Jum’at pekan lalu, mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. Pelemahan Yen terhadap mata uang Dolar AS ini terjadi meskipun rilis data ekonomi Jepang yaitu data Produksi Industri dan Indeks Manufaktur Jepang yang di rilis positive. Masih menguatnya mata uang Dolar AS menyebabkan pergerakan Yen masih di prediksi akan melanjutkan pelemahannya.

Pergerakan harga Minyak mengalami penurunan pada perdagangan Jum’at lalu, penurunan Harga Minyak ini terjadi di sebabkan karena adanya persepsi akan menurunnya permintaan dunia akan Minyak Mentah. Persepsi ini timbul menyusul pemberlakuan Lockdown di negara India dan Brasil. Penurunan harga Minyak diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan market hari ini, ditengah adanya laporan peningkatan aktivitas Rig Amerika seperti yang telah di informasikan oleh Baker Hughes.

Rilis data ekonomi Amerika yang positive ditambah lagi dengan naiknya yield obligasi pemerintah AS, telah menyebabkan menurunnya harga Emas pada perdagangan market Jum’at akhir pekan kemarin. Pada sesi Asia di perdagangan market Senin 03 Mei 2021 awal pekan ini, di perkirakan pergerakan market Emas masih akan melanjutkan penurunannya. Hal ini dapat dilihat dengan masih menguatnya Dolar AS. Pada April kemarin pergerakan Emas hampir dapat menyentuh level psikologis di 1800/troy ounce, namun gagal meskipun Federal Open Market Committee (FOMC) masih mempertahankan kebijakan moneternya.

Data ketenagakerjaan Amerika yang positive imbas digalakkannya pembangunan infrastruktur dan berbagai bidang lainnya, akan semakin membuat harga Emas tertekan. Adanya aksi profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar juga turut menyeret harga Emas menuju level terendahnya. Di perkirakan penurunan harga Emas ini masih dapat berlanjut menurun menjelang rilis data NFP pada Jum’at depan. Ekspektasi bahwa akan dirilis positive mengenai data NFP dan laporan data pengangguran bulanan, maka akan semakin membenamkan harga Emas.

1. Data Penting (High Impact)

1.1 Fed Chair Powell Speaks (USD)

Selasa, 01:20 WIB. Powell sebagai Sebagai ketua bank sentral Amerika, yang menjabat sejak Februari 2018 – Februari 2022. Tugasnya antara lain adalah mengontrol suku bunga jangka pendek. Selain itu juga beliau memiliki pengaruh yang lebih besar atas menguat atau melemahnya nilai mata uang negara Amerika dibandingkan orang lain. para investor sangat menantikan dari pernyataan bank central tersebut yang berguna untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa yang akan datang.

1.2 RBA Rate Statement & Cash Rate (AUD)

Selasa, 11:30 WIB. Bank Central Australia / RBA (Reserved Bank of Australia) pada pertemuan nanti,berencana akan mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,10%. Jika RBA seperti prediksi diatas maka Aussie akan bergerak menguat terbatas terhadap Dollar AS jika mata uang negara adidaya tersebut masih melemah.
Cash Rate, setelah adanya keputusan suku bunga yang akan di lepas di market, sehingga cenderung dibayangi oleh Pernyataan Suku Bunga RBA (Cash Rate), yang difokuskan pada kebijakkan di masa yang akan datang. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam memberikan dampak terhadap mata uang Australia. Para pelaku pasar memandang dan bersiap untuk dampak yang di timbulkan serta memprediksi bagaimana suku bunga akan berubah atau tidak di masa yang akan datang.

1.3 Employment Change & Unemployment Rate (NZD)

Rabu, 05:45 WIB. Employment Change merupakan hal penting dimana penciptaan lapangan kerja merupakan indikator utama penting dari belanja konsumen, yang merupakan mayoritas dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Data ini adalah data ekonomi penting yang dirilis tak lama setelah bulan berakhir. Kombinasi antara kepentingan dan kejelasan menghasilkan dampak pasar yang besar dan kuat.
Unemployment Rate merupakan persentase (%) dari total usia kerja yang menganggur dan aktif mencari pekerjaan selama sebulan sebelumnya. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang kurang solid, namun jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

1.4 RBNZ Gov. Orr Speaks (NZD)

Rabu, 06:00 WIB & 08:10 WIB. Adrian Orr sebagai Sebagai ketua bank sentral Amerika, yang menjabat sejak Februari 2018 – Februari 2022. Tugasnya antara lain adalah mengontrol suku bunga jangka pendek. Selain itu juga beliau memiliki pengaruh yang lebih besar atas menguat atau melemahnya nilai mata uang negara Amerika dibandingkan orang lain. para investor sangat menantikan dari pernyataan bank central tersebut yang berguna untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa yang akan datang.

1.5 BOC Gov. Macklem Speaks (CAD)

Kamis, 05:30 WIB. Ketua Bank Central Canada “Tiff Macklem” akan mengemukakan pandangan kebijakannya. Sebagai kepala bank sentral, yang mengontrol suku bunga jangka pendek, beliau memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai mata uang negara Canada. Para pelaku pasar mengamati pengaruh kebijakan yang akan di ambil oleh kepala bank central, hal ini karena sering menjadi sinyal tentang kebijakan moneter di masa depan dan pastinya akan mempengaruhi pergerakan harga di market. Pergerakan market yang Volatilitas terkadang terjadi ketika pidato dari ketua bank central Canada terlebih mengenai petunjuk akan suku bunga acuan.

1.6 Asset Purchase Facility, BOE Monetary Policy Report, MPC Asset Purchase Facility Votes & Monetary Policy Summary (GBP)

Kamis, 18:00 WIB. Asset Purchase Facility merupakan data yang akan melihat nilai total uang yang akan dibuat dan digunakan oleh BOE untuk membeli aset di pasar terbuka. Dimana anggota MPC memberikan suara pada jumlah total uang yang akan dibuat untuk program tersebut. Suara individu diterbitkan 2 minggu kemudian dalam Risalah Rapat MPC. Data ini digunakan untuk meningkatkan permintaan obligasi yang biasanya mengarah pada suku bunga jangka panjang yang lebih rendah.
BOE Monetary Policy Report merupakan data yang akan memberikan wawasan berharga tentang pandangan bank tentang kondisi ekonomi dan inflasi – faktor kunci yang akan membentuk masa depan kebijakan moneter dan mempengaruhi keputusan suku bunga mereka.
MPC Asset Purchase Facility Votes merupakan hasil rapat MPC BOE berisi suara pembelian aset untuk setiap anggota MPC selama pertemuan terakhir. Perincian suara memberikan wawasan tentang anggota mana yang mengubah pendirian mereka tentang pembelian aset dan seberapa dekat panitia untuk memberlakukan perubahan dalam pembelian di masa depan.
Monetary Policy Summary data ini salah satu alat utama yang digunakan MPC untuk berkomunikasi dengan investor tentang kebijakan moneter. Ini berisi hasil pemungutan suara mereka tentang suku bunga dan langkah-langkah kebijakan lainnya, bersama dengan komentar tentang kondisi ekonomi yang mempengaruhi suara mereka. Yang terpenting, ini membahas prospek ekonomi dan menawarkan petunjuk tentang hasil pemungutan suara di masa depan.

1.7 Employment Change & Unemployment Rate (CAD)

Jum’at, 19:30 WIB. Employment Change merupakan hal penting dimana penciptaan lapangan kerja merupakan indikator utama penting dari belanja konsumen, yang merupakan mayoritas dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Data ini adalah data ekonomi penting yang dirilis tak lama setelah bulan berakhir. Kombinasi antara kepentingan dan kejelasan menghasilkan dampak pasar yang besar dan kuat.
Unemployment Rate merupakan persentase (%) dari total usia kerja yang menganggur dan aktif mencari pekerjaan selama sebulan sebelumnya. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang kurang solid, namun jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

1.8 Average Hourly Earnings, Non-Farm Employment Change & Unemployment Rate (USD)

Jum’at, 19:30 WIB. Average Hourly Earnings merupakan sebuah indikator tingkat inflasi yang bersumber dari jumlah upah perjam yang dibayarkan oleh para pengusaha diluar sektor pertanian. Jika nilai Average Hourly Earnings Amerika Serikat (AS) bagus atau naik maka Dollar AS akan menguat,begitupun sebaliknya.
Non-Farm Employment Change adalah data yang mengukur tingkat lapangan kerja baru diluar sektor pertanian. Apa hubungan antara Average Hourly Earnings dengan Non-Farm Employment Change ? Antara data NFP dengan data Average Earnings berhubungan dan saling mempengaruhi, namun data NFP lebih berdampak terhadap pergerakan market. Average earnings adalah persentase perubahannya upah tenaga kerja perjam. Kalau NFP bagus tetapi Average Hourly Earnings turun maka Dollar AS masih mungkin akan menguat,karena adanya prediksi di bulan berikutnya Earnings akan bagus yang diikuti dengan naiknya jumlah tenaga kerja. Sebaliknya kalau NFP jelek USD akan cenderung melemah meskipun Earnings bagus.
Unemployment Rate adalah data yang mengukur tingkat pengangguran bulanan di AS. Pada bulan lalu tingkat penangguran di rilis 6,0% dan di prediksi pada bulan April di prediksi akan menurun menjadi 5,7%. Jika dirilis sesuai atau bahkan dibawah prediksi, maka Dollar AS akan menguat.

2. Tinjauan Teknikal

2.1 EUR/USD

Chart EURUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,21521 (High)
Range Pergerakan1,18655 (Low)

2.2 USDCHF

Chart USDCHF terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,92430 (High)
Range Pergerakan0,90053 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,40500 (High)
Range Pergerakan1,36078 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan110,960 (High)
Range Pergerakan108,217 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1820,00 (High)
Range Pergerakan1700,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,78873 (High)
Range Pergerakan0,75180 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan68,37 (High)
Range Pergerakan57,28 (Low)

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.