Jakarta, GIC Trade – Poundsterling mendapatkan dorongan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan naik ke level tertinggi baru mingguan. Dimana minat beli pasar terhadap cable/poundsterling meningkat selama paruh pertama sesi Eropa dan mengangkat harga ke wilayah 1.21350 dalam satu jam terakhir.

Sentimen positif poundsterling datang setelah pernyataan dari kepala Ekonom bank of England (BOE) Huw Pill dan pembuat kebijakan Jonathan Haskel di depan komite pemilihan keuangan Inggris bersama Gubernur BOE Andrew Bailey yang mengatakan bahwa mereka memilih untuk menaikan suku bunga di tengah kekhawatiran atas tingkat inflasi.

Sementara kenaikan poundsterling juga terdorong oleh dolar AS yang terkoreksi karena ketidakpastian atas jalur kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memberikan tekanan ke bawah pada imbal hasil (yield) obligasi AS yang disertai dengan pemulihan yang baik dalam sentimen aset berisiko (risk on) global membebani aset safe haven greenback.

Meskipun demikian, prospek pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh The Fed akan membantu membatasi penurunan greenback dan memebatasi kenaikan yang berarti untuk pasangan GBP/USD.

Dimana sebelumnya, ketua The Fed Jerome Powell mengakui pada hari Selasa bahw asuku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang telah diperkirakan.

Selain itu, ekspektasi bahwa bank sentral Inggris (BOE) mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga saat ini dapat berkontribusi untuk membatasi penguatan poundsterling. Oleh karena itu, masih harus dilihat apakah pasangan GBP/USD mampu memanfaatkan momentum atau melihat penawaran jual baru di level yang lebih tinggi.

Secara fundamental, pernyataan terbaru dari pejabat BOE menopang penguatan poundsterling, sementara selera investor untuk asset berisiko juga membebani dolar AS yang akhirnya membantu poundsterling lebih tinggi. Lalu bagaimana secara teknikal, simak analisanya berikut ini:

Analisis Teknikal



GBP/USD pada periode 1 jam bergerak naik menuju level resistance 1.22650 setelah garis MA25 memotong garis MA50 mengindikasikan kenaikan lebih lanjut. Sementara untuk merubah bias menjadi bearish kembali, perlu break level support di 1.21090 kembali hingga menuju support selanjutnya di 1.20190.

Bias bearish juga didukung dengan indikator RSI yang sudah berada di wilayah jenuh beli atau level 70 RSI, sehingga berpotensi untuk konsolidasi.

Analisa trading Forex ini bersifat pandangan dari segi fundamental dan teknikal yang digunakan oleh penulis, tidak menjadi saran atau ajakan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut klik gambar di bawah.